Hati-Hati Ojo Aji mumpung ditengah Wabah Corona ,dihukum TUHAN secepatnya !!!

143

Oleh Dr.Alimahsun M Atmo Biomed
Presiden Gumregah Nusantara, ketua umum
APKLI

“Kudu luwe ati-ati lan waspodo. Kudu luwe eling marang Gusti Allah.Wis akeh buktine. Sopo wae sing aji mumpung ing wedal perute kawulo alit keroncongan amargo onok begebluk corona sak deg sak nyet Gusti Alloh murko lan ngapundut ‘nyowo’ – Harus lebih hati-hati dan waspada. Harus lebih ingat / mendekat dengan Tuhan. Sudah banyak buktinya. Siapa saja yang aji mumpung ditengah perut rakyat lapar akibat wabah corona dimurka dan dihukum Tuhan secepat-cepatnya”

Negara harus selalu diingatkan siapapun yang memimpinnya. Kenapa? Karena negara tidak boleh dan tidak bisa membiarkan rakyat yang dipimpin, juga alam semesta beserta isinya menderita dalam sebuah sekaman kegelapan. Negara melalui pemimpinnya harus mampu menemukan cahaya kehidupan di atas kegelapan.

Harus mampu melindungi segenap rakyat dan (wilayah) alam semesta yang dipimpinnya. Oleh karena itu, kami perlu menyampaikan kembali bahwa Presiden RI sebagai Kepala Negara RI wajib hadirkan Negara dengan tegas secepat-cepatnya untuk melindungi segenap tumpah darah dan bangsa Indonesia apapun resikonya dalam menghadapi wabah virus corona.

Berapapun yang harus dibayar Negara RI untuk menjamin keselamatan jiwa rakyat, untuk menjamin isi perut seluruh rakyat kenyang / tidak kelaparan adalah sebuah keniscayaan amanat Pembukaan UUD 1945, tegas Presiden Gumregah Nusantara dr Ali Mahsun Atmo, M. Biomed yang kesekian kalinya mengingatkan hal sangat mendasar soal keselamatan jiwa dan isi perut seluruh rakyat Indonesia hadapi Wabah Corona di Jakarta, Rabu 15 April 2020.

‘Jangan pernah bermain api soal isi perut rakyat. Karena ujungnya bisa akibatkan persoalan sosial yang sulit dikendalikan jika terjadi kelaparan masif dan massal. Untuk kesekian kalinya,

mohon dengan hormat dan rendah hari segera kucurkan bansos beserta insentif ekonomi wabah corona sampai ke tangan rakyat yang memiliki hak, tidak boleh ada infiltrat politik praktis. Juga tidak boleh sebaliknya, yang tidak berhak (berada – mampu) dapat bansos, yang berhak terabaikan.

Karena hal tersebut sangat berbahaya bagi tata kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Kini saatnya tiba, dengan kebersamaan, kesahajaan dan kejujuran segenap pemangku kepentingan di republik, baik pemerintah dan kekuatan elemen bangsa bersama rakyat untuk hindarkan negeri ini dari hal terburuk yang tidak diharapkan kita semua.

Demi rakyat dan negeri ini, semua pihak diharap menanggalkan semua baju dan kepentingan politik praktis. Ojo aji mumpung ditengah penderitaan rakyat. Ojo aji mumpung ditengah perut rakyat kelaparan (kosong) akibat wabah virus Corona pasti dihukum Tuhan secepat-cepatnya!!! Segala hal yang tidak baik, segenap hal yang buruk insya-Allah

segera terbuka sempurna dari Kotak Pandora Indonesia untuk masa depan yang lebih baik, aman, damai, Sentosa, sejahtera dan Makmur secara berkeadilan melalui hukum alam semesta atas kehendak dan ridho Tuhan Yang Maha Jaiz, Gusti Alloh’, pungkas Ali Mahsun Atmo dokter ahli kekebalan tubuh alumni FK Unibrawa Malang dan FKUI Jakarta.

Media center APKLI Gumregah Nusantara