Team Sekertariat Bersama kab Asmat Papua Gelar workshop , Ini Tujuannya

106

ASMAT-PAPUA-ALAKOMAI.COM
Team Sekertariat Bersama (Sekber) Bangga Papua Kabupaten Asmat-Papua,menggelar workshop refleksi di Tahun 2020. Kegiatan berlangsung di Aula Kesbangpol Asmat dan dibuka secara resmi Bupati Asmat Elisa Kambu,Senin (09/03/20)

Turut hadir pada kegiatan itu, Wakapolres Asmat Kompol Umar Sulaiman, anggota DPRD Asmat Cisilia Warip, jajaran asisten Setda,staf ahli Bupati, Kepala OPD, tokoh masyarakat,tokoh adat, perwakilan pendamping Sekber Asmat serta mitra kerja Program Bangga Papua yakni, Mahkota, Kompak dan Bakti.

Workshop digelar untuk merefleksikan dua tahun lebih realisasikan program perlindungan sosial Bangun Generasi Dan Keluarga Papua Sejahterah (Bangga Papua) di Asmat.

“Tak bosan-bosan kami menyampaikan salam hangat kami,salam penuh cinta. Karena selalu bersemangat untuk ke Asmat, Kota Di atas Lumpur,” kata Bupati.

Worksop yang diselenggarakan untuk refleksi Program Bangga Papua khususnya di Kabupaten Asmat serta untuk mengevaluasi segala hal yang dihadapi Tim Sekber Bangga Papua, Asmat.

Program Bangga Papua yang dilaksanakan melalui dana otonomi khusus (Otsus) di Kabupaten Asmat,sangat direspons baik oleh pemda setempat

“Saat itu pula, Pemerintah Kabupaten Asmat menggelar rapat koordinasi (Rakor) dan melakukan sensus pengambilan data anak-anak berusia dibawah 4 tahun di seluruh 24 distrik, 224 kampung setempat,” jelasnya.

Elisa Kambu menjelaskan, respons atas Program Bangga Papua selaras dengan program strategi Pemkab Asmat yang dicanangkan oleh dirinya bersama Wakil Bupati Thomas Eppe Safanpo, yaitu program 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan pemberian makanan anak sekolah (PM-AS).

Ia meyakini, Program Bangga Papua di Kabupaten Asmat mendorong Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan mengurangi tingkat kemiskinan di Kabupaten Asmat.

Hingga saat ini, Program Bangga Papua telah disalurkan kepada penerima manfaat (PM) di Kabupaten Asmat yakni tahun 2018 jumlah Ibu Wali 8.612 dan Anak 11.083 serta dana yang ditransfer sebesar Rp. 26.137.200.000.

“Pada Tahun 2019 disalurkan dalam dua tahap, pertama Ibu Wali 11.459, Anak 16.273 dana yang ditransfer sebesar Rp. 18.094.800.000. Untuk tahap kedua, Ibu Wali 11.220, Anak 15.360 dana ditransfer sebesar Rp. 19.354.600.000,” ujar Elisa.

Dengan adanya program tersebut, kata Elisa, menjadikan masyarakat tertib dalam hal administrasi kependudukan, dan tingkat pelayanan kesehatan meningkat.

“Dalam soal kesehatan seperti pemberian imunisasi yang awalnya warga cuek dan sering ke hutan, tetapi setelah mendengar adanya penyaluran Program Bangga Papua, ibu-ibu berdatangan membawa anak terima uang, sehingga anak di imunisasi,” ujar Elisa.

Laporan : Arjuna Wiwaha
Kabiro Papua